January 24, 2022

Memahami ResultHK, Oleh Chunnel Lee


Tur Bumi Kong Dari Wahid adalah pameran & konvensi terbaru buat menghormati almarhum Kong Dari Satu, seorang tokoh politik Indonesia dan penulis, pereka esai dan reporter terkenal yang juga menjabat sebagai diplomat. Banyak bangsa yang bangga memiliki kepribadian politik dan toleran yang terhormat serta berpengaruh, yang makbul membentuk bangsa dan masyarakat sedemikian bagai. Pandangan dan pendapatnya beragam dan tertanam kuat dalam pendapat dan prinsipnya. Nilai-nilai yang dia menjunjung tinggi ini kerap terwujud dalam buku, esai, dan artikelnya.

Karena itu, kematiannya sangat menyentuh hati orang-orang yang paling mengenalnya. Sudah seyogyanya karya-karyanya kini bakal disulap menjadi satu pameran yang mengucapkan tulisan dan pidatonya bersama filsuf ternama China, Lin Yun yang biasa tampak di sampingnya. Dua-duanya telah melakukan penuh penandatanganan buku tertentu bersama dan setiap kali mereka menghindar bersama, tiket nun terjual habis duga meningkat. Sekarang, tempat Hong Kong buat konferensi HK Kinerja juga menjadi tuan rumah konferensi untuk menghormati mendiang Kong Dari Satu.

Di antara buku-bukunya dengan terkenal adalah nun terkenal seperti Desolate Area, Taiwan: The Making of a Modern Country, dan Desolate Area: Reflections on the Southern Shanxi Plain dengan diakui secara ukuran. Hk prize lainnya termasuk nama pena dirinya dan istrinya, Lee, dan karya itu bersama seperti Festival Buku Hong Kong, tur buku China, Yayasan Lee Kuan Yai: Asia Tenggara dan Refleksinya. Akan tetapi, karyanya yang menyimpangkan terkenal dan dihormati adalah yang dia tulis selama tanda jabatannya sebagai presiden Federasi Asosiasi Jagat rat Penulis dan Penulis (FIA WA) pada 2021-2. Di renggangan karya utamanya merupakan bukunya Reklamasi, yang dibuat menjadi film fitur yang dibintangi Chow Yun-fat serta kemudian di tahun yang sama, menjadi buku terlaris internasional; The Power of Two, yang dibuat sebagai serial televisi yang sukses dan wajar menjadi salah satu film dokumenter terpopuler di dunia; dan yang terbaru, I Married a Cougar, yang memenangkan reputasi khusus dari Federation of Publishers dalam kawasan Asia-Pasifik.

Karyanya yang paling kesohor mungkin berasal dibanding dua bukunya yang berjudul The Art of the Deal dan The Way of the Dragon. Yang pertama mengenai dengan bagaimana menghadapi berbagai kerumitan pada bisnis sementara yang kedua berkonsentrasi pada landasan filosofis dari cara berpikir khusus yang lazim dalam budaya Sino-Portugis. Untuk seorang sosiolog, Homo mengungkapkan keyakinannya bahwa interaksi sosial ialah akar dari seluruh kejahatan masyarakat, sehingga menyimpulkan bahwa keegoisan individu dapat menyebabkan terciptanya keadaan dengan tidak diinginkan. Selain karyanya di faktor fiksi dan non fiksi, ia pula telah menerbitkan sejumlah artikel di kronik akademik yang membincangkan tentang filsafat politik, sifat manusia, silsilah, sosiologi, teknologi, periklanan, komunikasi, dan sastra. Artikel-artikel ini duga diterjemahkan ke lebih dari 20 bahasa.

Di antara karyanya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Chunnel Lee adalah: The Perils of Self-Worth, uraian Chunnel Lee yang pertama kali dirilis pada bahasa Inggris serupa Chinese Crossing the Water, Chinese Reflections on Man, Chinese Reflections on China, A Short History of the State, Sejarah Singkat Tiongkok, Sejarah Singkat Hong Kong, Refleksi Tiongkok tentang Manusia, Refleksi Tiongkok tentang Singapura, Refleksi Tiongkok di Barat, Kondisi Khalayak, Kesedihan Manusia Timur, Tangga Perusahaan Bebas, Tangga Surga, Tangga Cinta, Pengobatan Tiongkok, dan Renaisans Tiongkok. Semua ini kemudian dijadikan film gerak. Terjemahan bahasa Inggrisnya lainnya adalah riwayat hidup dua jilidnya mengenai Sun Yat-hui, nun kemudian dibuat jadi film dan dijadikan dasar untuk film dengan judul yang sama. Dia saja seorang penulis subur buku-buku yang bersifat akademis yang terkait dengan ilmu supel, politik, pendidikan, pustaka, psikologi, sosiologi, pembangunan, dan sejarah.

Hasilnya adalah perpaduan halus antara kebijaksanaan Barat dan Timur. Itu adalah buku dengan tidak akan menghasilkan pembacanya berpikir terlalu keras tentang maknanya. Sebaliknya, ia akan membuat mereka melesap konsepnya dan lembut memahami wawasan & pelajarannya. Itu ditulis dalam bahasa sederhana dan argumennya mengalir dengan lancar. Seseorang dapat dengan gampang memahami pesan dibanding buku ini bahkan dengan hanya mencerap daftar isi nun diterjemahkan.